Pages

blog apa aja

Minggu, 10 Juli 2011

di balik yang terbalik

Mesjid Baiturrahman telah menjadi simbol Aceh. Menelusuri sejarah Mesjid yang berada di jantung kota Banda Aceh ini, ibarat melihat perjalanan bumi Serambi Mekah. dimulai dari masa kesultanan, penjajahan Belanda dan masa bersama Indonesia lengkap dengan pemberontakannya. Mulai Daerah Operasi Militer, perjanjian damai hingga bencana tsunami. Rumah ibadah ini menyaksikan semuanya
Sejarah mencatat, Baiturrahman kembali melewati satu babak dalam sejarah masyarakat Aceh. Mesjid ini merupakan simbol Aceh. Perjalanan Mesjid ini juga merekam sejarah Aceh. Karena itu tak lengkap rasanya bila berkunjung ke Aceh, tanpa menengok Mesjid berkubah lima ini dan sedikit mengenal sejarahnya.
Mesjid ini sudah berada di tengah kota Banda Aceh sejak zaman kesultanan. Ada dua versi hikayat pendiriannya. Ada yang menyebut Sultan Alauddin Johan Mahmud Syah membangun Mesjid ini pada abad ke 13. Dalam versi lain menyatakan Baiturahman didirikan pada abad 17, pada masa kejayaan pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Tak ada yang bisa memastikan mana yang benar. Nama Baiturahman, menurut catatan sejarah, diberikan oleh Sultan Iskandar Muda. Pada masa itu Mesjid ini menjadi salah satu pusat pengembangan ajaran Islam wilayah kerajaan Aceh. Perubahan fisik mesjid mengikuti alur sejarah bumi Serambi Mekah. Bangunan yang kelihatan sekarang bukanlah lagi bangunan semasa zaman kesultanan. Pada masa kesultanan, gaya arsitektur Baiturahman mirip Mesjid-Mesjid tua di Pulau Jawa. Bangunan kayu dengan atap segi empat dan bertingkat yang memiliki 1 kubah. Pada 1873, mesjid ini dibakar oleh Belanda dikarenakan mesjid dijadikan pusat kekuatan tentara Aceh melawan Belanda. Dan pada tahun itu pula terjadi pertempuran besar antara rakyat Aceh dengan tentara Belanda. Tembak menembak yang membuat gugurnya salah seorang perwira tinggi Belanda bernama Kohler. Pertempuran di Mesjid ini dikenang lewat pembangunan prasasti Kohler pada halaman Mesjid. Letak prasasti di bawah pohon Geulempang, yang tumbuh di dekat salah satu gerbang Mesjid.
Peletakan batu pertama pembangunan kembali Mesjid dilakukan tahun 1879 oleh Tengku Malikul Adil, disaksikan oleh Gubernur Militer Hindia Belanda di Aceh saat itu, G. J. van der Heijden. Pembangunan mesjid ini dirancang arsitek Belanda keturunan Italia, De Brun. Bahan bangunan Mesjid sebagian didatangkan dari Penang – Malaysia, batu marmer dari Negeri Belanda, batu pualam untuk tangga dan lantai dari Cina, besi untuk jendela dari Belgia, kayu dari Birma dan tiang-tiang mesjid dari Surabaya. Pembangunan kembali Mesjid dengan satu kubah, selesai dua tahun kemudian. Pada masa residen Y. Jongejans berkuasa di Aceh Mesjid ini kembali diperluas. Kemudian setelah itu, masyarakat Aceh semakin besar, untuk mengupahi dan meredakan kemarahan rakyat Aceh maka Mesjid diperluas lagi kiri kanannya pada tiga tahun kemudian. Ditambahlah dua kubah lagi di atasnya sehingga menjadi tiga kubah. Belanda kemudian meninggalkan Aceh. Bumi Nangroe beralih pada Indonesia.
Pada 1957, masa pemerintahan presiden Soekarno, Mesjid ini kembali berubah. Dua kubah baru dibuat di bagian belakang. Dibangun pula dua menara dengan jumlah tiang mencapai 280 buah. Karena perluasan ini, sejumlah toko di pasar Aceh yang berada di sekeliling mesjid tergusur. Peletakan batu pertama dilakukan oleh menteri agama Republik Indonesia pada masa itu KH Ilyas, kemudian dibangun kira-kira empat tahun. Bangunan berikutnya itu sudah sampai pada menara yang berikut ini. Renovasi Mesjid yang dilakukan pemerintah Soekarno terjadi pada masa gerakan Darul Islam pimpinan Daud Beureueh. Sehingga banyak kalangan yang mengaitkan pembangunan itu sebagai usaha pemerintah meredam pemberontakan itu. Lima kubah juga dianggap mewakili Pancasila yang digagas Soekarno. Pada kurun 1992-1995, Mesjid kembali dipugar dan diperluas hingga memiliki tujuh buah kubah dan lima menara. Setelah dipugar, Mesjid itu mampu menampung 10.000 hingga 13.000 jemaah. Halaman Mesjid juga diperluas hingga menjadi 3,3 hektar.
Semua pemugaran ini dilakukan dengan mempertahankan arsitektur dan bentuk ornamen lama pada masa Belanda. Salah satu tiang peninggalan Belanda, ketika Mesjid masih berkubah satu, masih dipertahankan. Arsitektur Mesjid ini bercorak eklektik, yaitu gabungan berbagai unsur dan model terbaik dari berbagai negeri.Ini misalnya tampak pada tiga pintu bukaan serta jendela yang bisa berfungsi sebagai pintu masuk. Jendela ini dibentuk oleh empat tiang langsing silindris model arsitektur Moorish, yang banyak terdapat di Mesjid-Mesjid Afrika Utara dan Spanyol. Sementara bagian tengah ruang shalat berbentuk bujur sangkar, diatapi kubah utama yang bercorak bawang. Pucuknya dihiasi kubah, mirip Mesjid-Mesjid kuno di India. Pada jendela yang sekaligus menjadi pintu terdapat ukiran yang tampak kokoh dan indah. Untuk menambah kemegahan dan keindahan, Mesjid ini ditempatkan di tengah lapangan terbuka, sehingga semua bagian Mesjid jelas terlihat juga dari kejauhan.
Mesjid Baiturrahman menjadi saksi darurat militer di Aceh, ketika muncul Gerakan Aceh Merdeka. Baiturrahman ini menjadi tempat memanjatkan doa dan harapan rakyat Aceh atas tanggungan beban konflik yang dideritanya. Baiturrahman ini juga menjadi sarana singgah pejabat pusat mengunjugi Aceh yang ketika itu tak aman. Baiturrahman yang konon merupakan salah satu Mesjid terindah Asia Tenggara ini juga menjadi saksi bisu bencana tsunami. Bencana memilukan itu juga merusak sejumlah bagian Mesjid. Rakyat menyelamatkan diri kedalam mesjid sembari meneriakkan Asma Allah.
Pada halaman Mesjid inilah berdirinya posko bencana pertama pasca tsunami Desember 2004 tersebut. Mesjid ini tangguh bertahan dari gempa dan terjangan air laut yang naik ke daratan. Hanya sedikit bangunan yang retak akibat gempa.
Pasca tsunami perdamaian datang. Mesjid ini kembali menjadi bagian sejarah itu. Di Mesjid inilah warga menggelar doa khusus ketika delegasi Indonesia bertemu dengan wakil Gerakan Aceh Merdeka di Helsinki, Finlandia. Mesjid Baiturrahman menyaksikan perubahan Aceh pasca tsunami dan perjanjian damai. Ketika syariah Islam berlaku di Serambi Mekah, kawasan Mesjid Baiturahman dinyatakan sebagai area terbatas. Hanya pengunjung yang menutup aurat sesuai hukum syariah boleh masuk halaman Mesjid.

Minggu, 19 Juni 2011

resep masakan mie Aceh


Bahan:
150 gram daging sapi/kambing, iris bentuk batang korek api
100 gram udang kupas
750 kaldu daging (atau air biasa)
150 gram kol, iris tipis
75 gram toge
500 gram mie aceh/medan (mie giling)
2 siung bawang putih, iris tipis
3 siung bawang merah, iris tipis
1 buah tomat merah, potong dadu 1 cm
2 batang daun bawang iris tipis
2 batang seledri, iris tipis
1 ½ sendok teh cuka
1 sendok makan kecap asin
Bumbu yang dihaluskan:
4 siung bawang merah
3 siung bawang puith
3 buah cabe merah
1 sendok makan bumbu kari bubuk
1 sendok teh jinten, sangria
3 butir kapu laga
½ sendok teh lada butiran
2 sendok teh garam
Pelengkap:
Emping goring dan acar mentimun
Cara Membuat Resep Masakan Mie Aceh:
  1. Panaskan minyak, tumis bawang putih, bawang merah dan tomat hingga harum. Masukkan daging kambing/sapid an udang. Aduk sebentar
  2. Tambahkan bumbu halus daging dan kaldu daging/air. Tutup wajan, masak hingga mendidih (1-2 menit). Masukkan toge, kol, cuka dan kecap asin, didihkan kembali
  3. Masukkan mie, daun bawang dan seledri. Tambahkan garam bila perlu. Masak hingga mendidih, aduk dan segera angkat. Sajikan dengan pelengkap. Untuk 4 porsi

Sabtu, 30 April 2011

aceh dalam dekapan sejarah



            Banda Aceh merupakan ibukota propinsi Aceh,setelah di terjang tsunami pada tanggal 26 Desember lalu kota ini kembali di bangun sehingga sekarang kelihatan ramah,dengan bangunan kurang teratur,perpohonan yang mulai tumbuh dan memiliki tempat-tempat yang menarik untuk dilihat.Mesjid besar yang di bangun kembali setelah di bakar pada jaman belanda dan diterjang tsunami meski tidak terlalu parah kerusakannya saat bencana alam menimpa ujung indonesia ini.Ada makam Sultan dan ada gunongan yang di bangun tidak teratur dimana bangunan ini dibangun karena iskandar muda menikahi seorang putri yang berasal dari daerah penggunungan maka dari itu sultan memerintahkan membangun rumah yang garis atapnya menunjukkan puncak dan punggung gunung itu.Museum aceh juga ada,hanya saja sejak dulu koleksinya tidak lengkap karna di jarah.Cakra donya yaitu sebuah lonceng perunggu yang berat yang berasal dari dalem digantung kan dibawah atap dengan arsitektur aceh.Diluar kotaraja terletak kolam Mata ie,tempat yang unik di kaki bukit dulunya tempat ini sangat ramai dikunjungi oleh keluarga yang hendak bersantai namun sejak di bangunnya water bom tempat ini sudah jarang di datangi hingga menjadi sedikit mati dan sunyi.

lemang,makanan khas lebaran dan hari besar

  The more you praise and celebrate your life,the more there is in life celebrate,oprah windrey said it.Perayaan ulang tahun bukan cuma anak kecil aja loh atau bagi kita yang sweet seventeen aja.Aceh damai pada tanggal 18 Agust 2005 lalu di helzinky juga patut dirayakan,tanah yang kita cintai ini juga berhak merayakan kesuksesan dan kegemilangan yang telah dibangun selama bertahun-tahun terakhir ini.Dan pada perayaan dan acara-acara resmi jangan lupa menyuguhkan makanan khas aceh pada para tamu.


  Aceh adalah wilayah indonesia yang mempunyai berbagai macam kebudayaan dan berbagai macam interaksi sosial,berbagai macam masakan dengan berbagai jenis orang yang tinggal didalamnya.Sama seperti perayaan hari besar islam misalnya di idul fitri,orang-orang di aceh tuh biasa nya sibuk nyiapin berbagai menu untuk menyambut tamu.Mungkin istilah "lemang" tidak asing di hari idul fitri atau idul adha.Mw tau bagaimana proses pembuatannya ?

mari kita intip :)


 Bahan-bahan yang di butuhkan untuk lemang :

> kelapa,untuk santan

> bambu,untuk cetakan

> gula,sebagai pemanis

> beras atau ubi atau labu untuk di jadikan bahan dasar.



Mari kita lihat pula cara pembuatannya :



> beras di cuci bersih,jika bahan

>dasarnya ubi atau labu maka harus di parut atau di haluskan.
>setelah itu beras atau ubu atau labu tersebut di masukkan kedalam bambu yang telah di lapisi daun pisang sebelumnya.Untuk lemang dengan bahan baku ubu atau labu lebih enak jika ditambahkan gula aren didalamnya dengan sedikit santan.

>kemudian bambu-bambu itu di bakar dengan api hingga masak saat proses tersebut berlangsung harus di tambahkan santan pada lemang tersebut.agar rasanya enak proses pemasakan harus dijaga dan di balik-balik agar tidak hangus dan meluap.



 Jenis masakan aceh sangatlah banyak sama seperti di daerah lain yang mempunyai ke khas-khasan sendiri.Silahkan mencoba :)

datang ke aceh supaya kita bisa mempraktekkan bareng :D

aceh neng,jalan-jalan yogz


 Cuhuy,jalan-jalan ke brastagi ,sumut.pasti bakalan gak di lupain,udaranya,pergunungan,buah-buahan dan lain-lain pasti seru punya.Namun jalan-jalan ke Aceh juga nyenengin loh.Aceh,namanya lumayan akrab di telinga walaupun gak seakrab Brastagi,kalo Brastagi baru aja ngedengerin namanya uda langsung nendang pemandangannya.Nah kalo ke Aceh gak ada salahnya dan gak bakalan dosa buat mampir atau sekedar melihat dan say halo ke daerah wisata aceh khususnya yang ada di Pusat kota Banda aceh.

Aceh itu ...

> luasnya 980,946 km2 sebelah utara berbatasan dengan laun india,selatan dengan Tapanuli.

wilayah yang seluas ini pastinya mempunyai banyak tempat wisata dari yang mulai paling rame di kunjungi maupun yang paling sunyi di datangi.



> Diapit oleh bukit barisan dan satu gunung yang telah di nyatakan aktif,gunung seulawah agam.Makanya ketika di adakan perkemahan wirakarya Nasional di seulawah scout cham,Kakak-kakak dari luar aceh pada coment

"Aceh kok dingin banged yah"



> Selama perjalanan kesini kita bakal ngelihat pemandangan yang hijau tanpa perkebunan alias banyak hutan karna masih asri banget,keren kan!



> Bisa liat megahnya gunung Seulawah agam dan gurute,caranya yah naik ke gunung seulawah inong


> Bisa mandi di air panas,belerang.Kurap,kudispun hilang :D


> Ada museum tsunami,disini loe-loe pada bisa ngeliat bagaimana tragisnya bencana karna ulah manusia


> Ada rumoh aceh yang di sebut juga museum aceh,keren banget di sini di koleksi benda-benda sejarah.


> Punya mesjid raya sebagai pusat peradaban keagamaan sekaligus sebagai pusat wisata.Nyak gue bilang kalo mau perjalanan berkah yah tempat pertama yang harus di kunjungi Mesjid.


> Ada taman aceh thanks to the word,disini sering di adain pameran atau sulap-sulat ala orang aceh,kalo loe mau tau bagaimana yah loe mesti kesana dunk loe liat aja sendiri sulapnya mirip apa gak sama Dedy atau limbat.



 Intinya yah loe maw liat keasrian aceh,loe mesti jj atau jjs(emang bisa?) ke ACeh.Yog mari ke Aceh,sape kheun saho langkah :)

Selasa, 26 April 2011

perumahan jacky chan


.
Kampung persahabatan Indonesia-Tiongkok yang lebih terkenal dengan Kampung Jacky Chan terletak di di perbukitan Desa Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, sekitar 17 km dari Banda Aceh. Mengapa lebih dikenal Kampung Jacky Chan? Padahal, yang membangun pemerintah Tiongkok? Konon yang mensponsori dan menggalang dananya Jacky Chan. Tapi, dalam prasasti disebutkan bahwa Kampung Jacky Chan atau Kampung Persahabatan Indonesia-Tiongkok itu didanai China Charity Federation and Red Cross Society of China. Dan, pelaksanaan pembangunan dilakukan langsung oleh kontraktor dari Tiongkok, yakni Synohydro Coorporation China, yang diresmikan 19 Juli 2007. Pemerintah Tiongkok membangun 606 unit rumah tipe 42 di areal 22,4 hektare untuk korban tsunami 2004,Pembangunan hunian korban tsunami itu merupakan hasil kesepakatan pemerintah Indonesia dengan pemerintah Tiongkok saat Presiden SBY berkunjung ke negeri itu pada 28 Juli 2005. Kesepakatan itu dilanjutkan oleh donatur masyarakat Tiongkok bekerja sama dengan Kabupaten Aceh Besar. Termasuk dalam hal pemilihan lokasi. Peletakan batu pertama dilakukan Dubes Tiongkok untuk Indonesia Lian Lik Juan. Pada 19 Juli 2007, kompleks hunian korban tsunami yang menelan dana USD 7 juta (sekitar Rp 65 miliar) itu diresmikan. Pekerjaan senilai USD 7 juta merupakan proyek hibah terbesar Tiongkok di antara daerah yang sama- sama dilanda tsunami. Nuansa negeri Tiongkok begitu kental saat memasuki gerbang Kampung Jacky chan yang sebenarnya mirip kompleks bungalo, atau vila itu. Gerbang masuk perumahan cukup lebar dengan ornamen dibuat layaknya memasuki pintu atau gerbang bangunan umumnya di Tiongkok atau kompleks Chinatown di banyak negara. Benar-benar ciri khas Tiongkok. Di sana juga terpampang tulisan ’’Kampung Persahabatan Indonesia-Tiongkok’’ dalam huruf besar-besar di pintu masuk. Selain bangunan yang tertata rapi, jalan mulus naik turun mengikuti kontur perbukitan sungguh elok. Rumah bantuan pemerintah Tiongkok itu lebih mirip kompleks perumahan elite di Pulau Jawa umumnya. Apalagi, kualitas bangunan rumah masing-masing bertipe 42 itu cukup bagus. Ditambah lagi, cat warna warni pada setiap blok yang makin menambah indahnya perumahan di perbukitan tersebut. Tak heran, pemukiman korban tsunami yang dibangun pemerintah Tiongkok di perbukitan itu sangat dikenal warga Banda Aceh, Kampung Jacky Chan sungguh sangat strategis. Selain berada di ketinggian sekira 300 meter, juga berjarak sekira 1,5 kilometer dari pantai. Posisi itu membuat kampung itu relatif aman dari tsunami serta memiliki pemandangan yang elok.Sejauh mata memandang, berada di puncak bukit Desa Neuheun, tempat perumahan korban tsunami sumbangan pemerintah Tiongkok dibangun, semuanya tampak indah. Laut, pantai, pelabuhan, permukiman, dan gunung seakan sambung- menyambung. Panorama dari atas bukit benar-benar memesona. Tampak Kota Banda Aceh, ibu ota Provinsi Serambi Makkah, dengan rumah-rumah dan gedung tinggi. Lalu, agak sebelah kanan terlihat Pelabuhan Ulee Lheu yang sempat porak-poranda oleh tsunami tampak mulai bangkit. Tak jauh dari perumahan, deretan pantai berpasir putih nan menawan dan sebelahnya Pelabuhan Malahayati. Jauh nun di sana, sekira 32 kilometer dari pantai, tampak jelas Pulau Weh dengan Pelabuhan Balohan.Kalau malam, sorot mobil yang jalan di Pulau Weh tampak dari atas bukit Perumahan. Kontur Pulau Weh memang berbukit-bukit. Dari Pelabuhan Balohan yang menjadi pintu masuk kapal penumpang, jalannya terus menanjak ke Sabang, ibuKota Pulau Weh, yang jaraknya sekira 10 km. Perumahan Jacky Chan juga dilengkapi sarana ibadah dengan masjid yang besar dan indah, ada gedung TK, SD, poliklinik, dan sarana bermain. Mulai lapangan basket, lapangan bola, gedung petemuan, hingga pasar mini. Di setiap tempat itu terpampang tulisan ’’Bangunan ini sumbangan masyarakat Tiongkok’’ lengkap dengan huruf China. Untuk memenuhi kebutuhan air, semula warga sedikit kesulitan karena lokasinya berada di ketinggian. Namun, BRR (Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi) Aceh-Nias berhasil membangun sumur bor di wilayah itu hingga bisa memenuhi kebutuhan penghuni. Listrik pun menyala 24 jam nonstop Penghuni Kampung Jacky Chan yang merupakan para korban tsunami 26 Desember 2004 terdiri atas beragam latar belakang profesi dan etnis.Nelayan, penarik becak motor (ojek), pedagang, pegawai, maupun wiraswasta, semua ada di sini. Sebagaian dari Aceh, ada keturunan Aceh- Jawa, Tionghoa, dan suku yang lain. Semua hidup rukun dan saling membantu karena merasa senasib.Misalnya, jika ada penghuni lain yang memiliki keperluan mendadak, ada keluarga atau anaknya sakit, dan tidak ada kendaraan, bisa diantar atau meminjam kendaraan penghuni lain.

Jumat, 22 April 2011

pAhlawan Nasional meulaboh


Saat kita ditanya disekolah,siapa nama pahlawan nasional dari meulaboh? jawaban yang membanana adalah Teuku Oemar.Teuku oemar lahir di Gampong mesjid sekarang di sebut kelurahan kampung belakang kota meulaboh tetangga kabupaten saya Aceh barat daya pada tahun 1854 dari pasangan T.Mahmud dan Tjut Nyak muhani.Teuku oemar memulai perjuangannya di Meulaboh sekitar tahun 1878,selama 21 tahun berjuang beliau telah menghadapi tiga jendral yaitu jedral Deykerhoff,jendral Vetter dan jendral Van Heutzs(jadi ingat cerita"johan pahlawan").
Teuku oemar wafat pada tahun 1899 saat terjadinya pengepungan di suak ujongkalak dan dimakamkan didekat makam ibunya di pasi meungat Tanjong meulaboh,karena takut diketahui pihak belanda maka masyarakat membongkar dan memindahkan ke Gunong Meulintang(Cot manyang)Mugo.Atas perintah gebernur Swart,asisten residen schitd mendirikan sebuah tugu peringatan ditempat tertembaknya teuku oemar di tepi pantai suak Ujung kalak yang sering disebut "bate puteh" karna dicat putih.Tahun 1964,tugu tersebut roboh ditelan laut akibat bencana alam,maka diganti dengan monument baru yaitu kupiah meukutop pada tahun 1970 oleh pemerintah aceh barat.Namun bencana alam pada 26 Desember 2004 lalu lagi-lagi menghancurkan monument bersejarah untuk pahlawan dari negeri aceh barat itu.Pada tahun 1973 Pemerintahan Republik Indonesia menetapkan Teuku oemar sebagai pahlawan nasional berdasarkan keputusan presiden Republik indonesia Nomor 087/TK/1973.